Mengutipdari Studi Identifikasi Jenis-Jenis Pantun dalam Masyarakat Kaur Provinsi Bengkulu, Dedi Apriansah, Abdul Muktadir, Herman Lusa. (2019:44) Pantun merupakan jenis puisi la,ma yang memiliki irama a-b-a-b. b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri atas 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, 2 baris berikutnya sebagai isi”.Pantun sudah digunakan oleh PantunKasih Sayang. Macam pantun dan contohnya berikutnya yaitu pantun kasih sayang. Pantun kasih sayang adalah pantun yang digunakan untuk mengungkapkan perasaan sayang atau cinta kepada orang terkasih. Berikut contohnya: Baca koran dan juga buku Lagi baca lampunya mati Banyak orang yang singgah dihatiku Tapi hanya kamu yang 100Pantun Orang Tua 4 Bait Agama Adat Nasehat Dan Kasih Sayang Langsut Com from kasih sayang berisi ungkapan yang berkenaan dengan perasaan cinta dan kasih sayang seperti rindu, kecewa, serta bahagia. Dua baris awal merupakan sampiran dan dua baris . 34 kumpulan pantun cinta romantis untuk kekasih . ٧ ذو PantunKasih Sayang Ibu Bapa Nashcxt from sayur si daun bidara,. Kepada ibu dan juga bapa. Pantun pujian kepada orang tua. Pantun ibu ini merupakan salah satu rangkaian dari pantun nasehat. Antara sebabnya ialah semakin banyak kerat pantun itu, semakin susahlah dikarang,. Pengucapan pantun kasih sayang ibu bapa. Pantun4 Kerat Kasih Sayang Ibu Bapa / Pantun Kasih Sayang Keluarga - Puisi Tentang Kasih Sayang Orang Tua. Petik sayur si daun bidara,. Berkasih sayang tidak · Jodoh Anak Dara Dengan Suami Orang Seluruh kasih sayang tertumpah padaku hik hik Suka-Suki Jer MINYA KELAPA DARA ATAU VCO 8 years ago Dec 02, 2016 · Ayam Golek Dara Sedapnya dik non Reddit Lossless Music Sedapnya dik non. hihi Mar 14, 2013 · Tapi kalau usia akak tak panjang, akak jangan sedih sebab akak akan dapat syahid dunia . Samasayang pada mertua sepertimana kasih akan ibu bapa. Tanpa banyak basa basi lagi yuk langsung di simak ulasan pantunnya berikut ini ! Kumpulan pantun berbakti kepada orang tua / pantun menghormati ayah ibu / pantun sayang kepada orang tua / pantun nasehat berbakti pada . ٢٣ ربيع الآخر ١٤٤٢ هـ. Senja merah kini kelabu oXpC. - Banyak orang mengatakan menahan rindu dengan orang tercinta itu berat. Apalagi kalau rindunya pada kedua orang tua. Rasa sedih ingin berjumpa seakan selalu menyelimuti hati saat jauh dari ayah dan ibu. Kondisi ini biasanya sering dialami oleh anak rantau. Mereka harus rela berpisah dengan kedua orang tua demi mengenyam pendidikan atau bahkan pekerjaan. Nah, jika sudah dilanda rindu, hanya komunikasi lewat smartphone yang bisa dilakukan. Entah itu saling mengirim pesan, bertelepon, atau melakukan video call. Bukan hal yang mudah menjadi anak rantau apabila terus teringat ayah dan ibu di kampung halaman. Pantun untuk orang tua bisa menjadi penawar kerinduan sembari menunggu momen bisa pulang kampung dan berkumpul. Dengan mengungkapkan pantun rindu tersebut hati akan terasa lega. Ada banyak pantun rindu untuk orang tua yang bisa kamu sampaikan. Berikut telah merangkum 75 pantun rindu untuk orang tua dihimpun dari berbagai sumber, Rabu 29/9. Pantun rindu ayah tercinta, menyentuh hati. foto 1. Habis mandi tak lupa pakai baju Pakai baju warna abu-abu Ayah bagaimana kabarmu Aku rindu kepadamu 2. Langit itu berwarna biru Jika dilihat sangatlah indah Sudah lama kita tak bertemu Ayah kapan pulang ke rumah 3. Sore hari halaman disapu Disapu sampai bersih Sudah lama tidak melihatmu Aku merindukanmu ayah 4. Memancing ikan di tengah danau Di tengah danau pakai perahu Aku rindu kepadamu Ayah jagalah kesehatanmu 5. Pergi ke laut dengan perahu Di laut menangkap ikan kerapu Apakah ayah tahu Aku sangat merindukanmu 6. Ke laut mencari cumi-cumi Tinta hitam untuk melindungi diri Rindu ini besar sekali Sudah lama ayah tak kembali 7. Pergi ke sawah mencari tebu Tebus manis semanis madu Rinduku menggebu-gebu Sudah lama tak berjumpa denganmu 8. Pagi hari mencari udang Mencari udang di pinggir danau Rindu ini sebesar gunung Sudah sewindu tak bertemu 9. Jalan-jalan ke Pulau Bali Di Bali membeli sepatu Ayah ini kapan kembali Sudah lama aku menahan rindu 10. Pergi ke laut dengan perahu Di laut mencari cumi-cumi Rindu ini sudah menggebu-gebu Sudah setahun ayah tak kembali 11. Sarapan pagi dengan roti bakar Habis sarapan berangkat sekolah Sudah lama kita tak berkabar Bagaimana kabarmu ayah 12. Pagi cerah berbaju ketat Senyum berhias seri seroja Pergi ayah terlalu cepat Belum puas diri bermanja 13. Serawa dimasak lama sehari Kelapa diperah sebelah saja Nyawa anak umpama diberi Tanpa ayah siapalah kita 14. Sudah salat diri dijaga Kuntum kelopak sinar mentari Ayah ibarat kasturi syurga Harum semerbak sukar dicari 15. Memancing ikan di tengah danau Di tengah danau pakai perahu Aku rindu kepadamu Ayah jagalah kesehatanmu 16. Pagi hari mencari udang Mencari udang di pinggir danau Rindu ini sebesar gunung Sudah sewindu tak bertemu 17. Pergi ke sawah mencari tebu Tebus manis semanis madu Rinduku menggebu-gebu Ingin bertemu dengan ayahku 18. Burung merpati terbang ke bawah Hinggap gembira di pohon sena Murung di hati terkenang ayah Mengadap pusara ku mohon doa 19. Batu belah berbongkah-bongkah, Di balik batu ular berbisa. Ke mana kaki hendak melangkah, Ke sana pula rindu ini terasa. 20. Masih payah sama teringin Sukar dicari diberi percaya Kasih ayah umpama lilin Membakar diri memberi cahaya 21. Sarapan pagi dengan roti bakar Habis sarapan berangkat sekolah Sudah lama kita tak berkabar Bagaimana kabarmu ayah 22. Diri berjubah sungguh bergaya Masih bersujud bersulam taqwa Memori ayah penyuluh cahaya Kasih tak luput di dalam jiwa 23. Sarapan pagi dengan roti bakar Habis sarapan berangkat sekolah Sudah lama kita tak berkabar Bagaimana kabarmu ayah 24. Diri berjubah sungguh bergaya Masih bersujud bersulam taqwa Memori ayah penyuluh cahaya Kasih tak luput di dalam jiwa 25. Air jatuh di daun talas Pohon tinggi tempat si lebah Tiada jasa yang bisa terbalas Hanya doa untukmu wahai ayah -Pantun rindu ibu, penuh kasih sayang. foto Instagram/wiroregar 26. Anak kecil pergi ke sawah Sampai disana celananya basah Siang dan malam kasih kau curah Kini saatnya kita berpisah 27. Pergi rekreasi ke Pantai Kuta Berdiri tegak si Mercusuar Semakin jauh aku berada Semakin rindu ibu membesar 28. Ketika hujan mulai menghadang Segeralah ambil payung Tak sabar rasanya ingin pulang Memeluk ibu yang ada di kampung 29. Ke sekolah pergi belajar Guru menulis dengan kapur Rindu pada ibu kian menjalar Menusuk kalbu mengganggu tidur 30. Masak ayam dengan kentang Untuk makan ketika malam Hanya wajah ibu yang terbayang Setiap siang dan malam 31. Mandi subuh di pagi buta Setelah itu langsung sarapan Ibu menjadi sosok utama Yang selalu aku rindukan 32. Sebelum tidur pasang kelambu Semoga terlelap dalam mimpi Setiap berpisah denganmu ibu Rindu menghantam menusuk nadi 33. Pergi ke sungai mencari rebung Untuk dimakan di malam sabtu Tak sabar rasanya pulang kampung Ingin mencium dan menggendong ibu 34. Jalan-jalan ke Danau Toba Jangan lupa naik perahu angsa Ibuku sayang ibuku rindu Terpatri di hati sepanjang masa 35. Mangga jatuh busuk sebelah Sebelum dimakan dicuci dahulu Ke manapun kaki melangkah Pada Ibu selalu ku rindu 36. Kerja bakti masyarakat desa Semua hadir riang gembira Kasih ibu sepanjang masa Yang tak terbayar pengorbanannya 37. Kucing kota banyak bulu Bentuknya lucu dan sangat jinak Aku sangat bangga padamu ibu Walau lelah kau tetaplah bijak 38. Rajinlah kamu berolahraga Agar sehat jantung dan paru-paru Aku mencintaimu wahai Mama Dalam sadar dan lelapku 39. Ke pasar Bukittinggi naik bendi Singgah sejenak di Ramayana Untukmu ibu yang telah pergi Tenanglah engkau di alam sana 40. Perlibur panjang ke Jakarta Esoknya pergi ke Kota Tua Ibu pergi untuk selamanya Tinggal kenangan dan ajarannya 41. Masak ayam dengan kentang Untuk makan ketika malam Hanya wajah ibu yang terbayang Di setiap siang dan malam 42. Sebelum tidur pasang kelambu Semoga terlelap dalam mimpi Setiap berpisah denganmu ibu Rindu menghantam menusuk nadi 43. Jalan-jalan ke Danau Toba Jangan lupa naik perahu angsa Ibuku sayang ibuku rindu Terpatri di hati sepanjang masa 44. Ketika hujan mulai menghadang Segeralah ambil payung Tak sabar rasanya ingin pulang Memeluk ibu yang ada di kampung 45. Ke sekolah pergi belajar Guru menulis dengan kapur Rindu pada ibu kian menjalar Menusuk kalbu mengganggu tidur 46. Mandi subuh di pagi buta Setelah itu langsung sarapan Ibu menjadi sosok utama Yang selalu aku rindukan 47. Pergi ke sungai mencari rebung Untuk dimakan di malam sabtu Tak sabar rasanya pulang kampung Ingin mencium dan menggendong ibu 48. Pergi rekreasi ke Pantai Kuta Berdiri tegak si Mercusuar Semakin jauh aku berada Semakin rindu ibu membesar 49. Malam hari mencari mangsa Kelelawar tidur di siang hari Selalu terbayang di pelupuk mata Sosok ibu yang telah pergi 50. Bermain bola memakai sepatu Rumput lapangan hijau warnanya Terima kasih padamu ibu Telah membesarkan sepenuh jiwa -Pantun rindu keluarga di rumah, penuh makna mendalam. foto 51. Di aquarium ada ikan louhan Ikan louhan dibelikan ayah Rindu ini tak tertahankan Akan keluarga di rumah 52. Badannya besar itu hewan gajah Gajah besar suka makan buah semangka Sudah lama tak pulang ke rumah Hati ini rindu sejadi-jadinya 53. Tak terasa sudah jadi mahasiswa Mahasiswa suka belajar di perpustakaan Sewindu diri ini tak bertemu keluarga Segunung rindu ini yang kutahan 54. Tempat yang hening itu perpustakaan Di perpustakaan banyak bukunya Rindu ini sudah tak tertahankan Sudah lama tak bertemu keluarga 55. Lebah suka hinggap di dalam bunga Di dalam bunga membuat madu Jika kamu berada jauh dari keluarga Kuatkanlah dalam menahan rindu 56. Jembatan terpanjang itu suramadu Suramadu jembatan nomor satu Keluarga itu yang nomor satu Yang selalu rindu akan kedatanganmu 57. Nelayan pergi untuk memancing Memancing di laut dapat ikan teri Ingin sekali aku untuk pulang Sudah tak kuat menahan rindu ini 58. Siang hari pergi ke pantai Ke pantai minum air kelapa Hati ini sudah rindu sekali Sudah lama tak berkumpul keluarga 59. Angka dua angka satu Angka satu angka dua Jika hati sudah rindu Pulanglah itu obatnya 60. Angka dua angka satu Adik belajar untuk berhitung Rindu ini sudah menggebu-gebu Ingankan saya tuk pulang 61. Berwarna kuning itu jerapah Jerapah suka makan mangga Sedih hidup jauh dari rumah Rindu keluarga yang ada di sana 62. Memancing pakai umpan sagu Umpan sagu dimakan ikan Assalamu'alaikum ayah dan ibu Sungguh kurindu kepada kalian 63. Orang bandung main layang-layang Layangan dimainkan dengan benang Aku ingin lekas pulang Karena rindu bukan kepalang 64. Ayah kepasar membeli madu Ibu memasak iwak basamu Apalah daya meskipun rindu Risalah hati tak kunjung temu 65. Burung terbang sangkar melayang Hinggaplah sudah dipohon randu Pulanglah engkau anakku sayang Peluklah ibu obati rindu 66. Ini pantun, pantun rindu Muncul dari lubuk hatiku Bila aku kangen ibu Serasa sendu dalam kalbu 67. Pagi-pagi potong kuku Habis itu makan jambu Hari ini aku rindu keluargaku Terutama adik dan ibu 68. Sejenis narkotika itu sabu Mirip daun ubi namanya ganja Ku rindu kehadiranmu ibu Dan slalu terbayang kasih manja 69. Hari jadi di tanah orang Bikin hati merasa rindu Hari jadi terkadang-kadang Bikin ingat kandungan ibu 70. Menara miring diserang rayap Cinta ibu sering datang di kala senyap 71. Ikan Tuna ikan Lohan Bila beradu Si Tuna kalah Wahai Corona hilanglah dari peredaran Kami rindu ibu bapak di rumah 72. Burung merpati burung layang-layang Burung hantu hinggap di dahan Hati sedih pikiran melayang Rindu ibu di kampung halaman 73. Sang Ratu bersarung mahkota Selendang lebar berjurai di bahu Kalau rindu keluarga tercinta Tanyalah kabar, hilanglah pilu 74. Adek memanjat pohon mangga Mangga jatuh busuk sebelah Kasih sayang Ibu sungguh kurasa Kehangatannya tak bisa berubah 75. Bermain bola memakai sepatu Rumput lapangan hijau warnanya Terima kasih padamu ibu Maaf belum bisa berjumpa brl/lea Recommended By Editor 55 Pantun lucu untuk bertanya kabar, asyik dan berkesan 75 Pantun sindiran lucu dua baris, recehnya bikin ceria suasana 85 Pantun lucu rindu pacar, romantis dan bikin baper 75 Pantun ucapan selamat pagi untuk pacar, bikin semangat tak pudar 65 Pantun lucu untuk pacar yang cemburu, bikin hati luluh Keluarga merupakan sandaran awal bagi setiap insan dalam membentuk kepribadian diri sebelum ia siap menjadi pribadi mandiri dalam tatanan kehidupan bermasyarakat. Keluarga kecil dan terdekat terdiri dari ayah, ibu dan anak-anaknya. Sebagai bagian dari sebuah keluarga, Anda sepatutnya merasa bersyukur jika keluarga kecil yang Anda miliki terhitung masih lengkap. Cara bersyukur yang paling utama adalah dengan mencintai keluarga Anda dengan tulus dan penuh kasih sayang. Mungkin kumpulan pantun tema keluarga berikut ini bisa menjadi media untuk mengekspresikan perasaan Keluarga adalah pantun yang isinya tentang kasih sayang di dalam keluarga. Di bawah ini, Anda dapat membaca kumpulan pantun tentang makna keluarga, berbakti kepada orang tua, dan kehangatan tentang Keluarga1. Arah ke timur jalannya tiga Awan mendung namanya mega Tanah subur berkat telaga Anak tumbuh karena Lompat melompat bikin keringat Diam sejenak di depan dermaga Tiada tempat yang paling hangat Senyaman dekapan dalam Bunga melati tumbuh di barat Kayu jati dipahat-pahat Ketika hati galau berat Keluarga jadi tempat Kalau sempat, gunakan kerudung Kerudung terbang melayang-layang Keluarga tempat kita berlindung Untuk menyemai kasih Kumbang menyengat bagaikan naga Terbang cepat ke tengah kota Rasa hangat bersama keluarga Lebih berharga dari Kakak belajar tata boga Harus pintar padukan rasa Kebersamaan selalu dijaga Agar keluarga damai Sisik ikan jatuh ke tanah Pecah-pecah terlihat merekah Mari wujudkan keluarga sakinah Suasana hangat yang penuh Bunga asoka terlihat permai Kalau ditanam, bijinya disemai Keluarga ceria dan selalu ramai Terasa nyaman dan juga Warga Belgia datang ke Cimahi Membeli ikan dan bunga melati Keluarga bahagia selalu mengasihi Saling memaafkan, saling Pesawat lama sudah berkarat Rodanya pecah jatuh ke darat Jika keluarga terjalin erat Tiada masalah yang terasa Beli ketan di Salatiga Ketan di bawa menuju Sibolga Bila kehangatan selimuti keluarga Dunia fana terasa di Bendera panji di Sungai Asahan Berkibar-kibar penuh keindahan Mengikat janji dalam pernikahan Bangun keluarga dengan Lepas sauh di tepi dermaga Nelayan datang bernama Sinaga Jika jauh dari keluarga Hidup seakan penuh Kakak berjalan latihan yoga Lalu dilihat seluruh warga Ikatan keluarga harus dijaga Karena sejukkan jiwa dan Naik motor mereknya Vega Motor balapan ke Norwegia Sayangi teman, cintai keluarga Agar kehidupan indah Artis kota namanya Alamsyah Punya istri bernama Aliyah Aku bangga kepada ayah Selalu memberi banyak Angin berdesir seluruh wilayah Pohon tumbang, akarnya goyah Terima kasih teruntuk ayah Sudah berjuang susah Ada hantu di pohon mentimun Daunnya subur terlihat ranum Rajin membantu, jangan melamun Ayah dan ibu buat Polisi datang hendak menyerbu Pemilik narkoba berbaju biru Hati terkenang kepada ibu Kasih sayangnya membuat Nasi dikukus berwadah gelas Pergi ke kebun mengambil talas Cinta ibu tulus dan ikhlas Dan tak pernah minta Bawa tenda ke Somalia Serdadu sembunyi di dalam gua Apa tandanya anak yang mulia? Selalu berbakti pada orang Bayi tidur dalam kelambu Habis makan buah pepaya Betapa hangat kasih ibu Bagai cahaya sang surya. ” 23. Tali panjang tolong ikatkan Tertiup angin melayang-layang Doa tulus kita panjatkan Untuk orang tua Angin di awan gerak perlahan Berarak-arak meniup sorban Dingin dilawan, panas ditahan Demi anak, ibu Cendrawasih bukan pelikan Burung hantu melayang-layang Terima kasih aku sampaikan Kepada ayah ibu yang Lutut diperban, kaki diikat Kencangkan terus agar melekat Ibu berkorban bagai malaikat Sayangnya tulus tanpa Ke Singaraja bersama Tiara Sejenak berhenti, minum aqua Percuma saja dapat juara Jika tak hormati orang Ular panjang namanya naga Meliuk-liuk punya mahkota Tiada harta yang berharga Selain keluarga yang Jangan dimakan buah berduri Baru dipetik di kota Deli Ibu berjuang setiap hari Badan letih tidak Jalan mulus di Nicaragua Negara lama di benua Afrika Cinta yang tulus, cinta orang tua Jangan membuat hatinya Baju putih terlihat basah Baru dicuci sama Amanda Bila hati terasa susah Teringat diri pada ibunda. ” 32. Gajah ngamuk berbuat ulah Masuk selokan badannya basah Jika tidak masuk sekolah Ayah bunda pastilah Petik duku saat berkemah Duku dibawa ke kota Mekkah Hormatilah ortu yang di rumah Karena akan membawa Pohon jati jumlahnya dua Kayunya dibawa ke kota Belgia Cara berbakti pada orang tua Selalu berusaha membuat Hewan gajah punya belalai Banyak tersebar di Tanjung Balai Kasih bunda tiada ternilai Memberi hangat saat silakan baca juga kumpulan pantun terbaik lainnya berikut iniPantun Sedih Buat PacarPantun Bulan AprilPantun SuksesPantun 2 Kerat Selamat PagiPantun Perayaan ImlekKumpulan Pantun 1 BaitPantun Selamat SorePantun Minta DukunganPantun Bulan MeiKumpulan Pantun Kasih Sayang 5 Pantun tentang Kasih Sayang Orang Tua, Foto Unplash/Omar LopezPantun memiliki berbagai jenis, salah satunya adalah pantun tentang kasih sayang orang tua. Jika kamu masih belum tahu bagaimana bentuk pantun kasih sayang orang tua, dalam artikel ini Inspirasi Kata akan memberikan dari Kamus Besar Bahasa Indonesua, pantun merupakan bentuk puisi Indonesia Melayu yang setiap baitnya berisi a-b-a-b. Tiap larik berisi empat kata. Baris pertama dan baris kedua biasanya sebagai sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat dijadikan sebagai sayang orang tua tidak bisa dibandingkan dan dibayarkan oleh apa pun di dunia ini. Kasih sayang mereka sangat tulus untuk anak-anak mereka. Mereka pun rela berjuang demi kebahagiaan sang buah hati. 5 Pantun tentang Kasih Sayang Orang TuaIlustrasi Pantun tentang Kasih Sayang Orang Tua. Foto nplash/Nathan tentang kasih sayang orang tua biasanya berisi ungkapan perasaan para orang tua untuk anaknya. Kasih sayang sepanjang masa dan tanpa pamrih. Nah, berikut ini 5 pantun kasih sayang orang tua. kepada 1Belang hitam si anak rusa Makan rumput terasa gurih Cinta Ibu sepanjang masa Tiada bermusim tiada pamrihPantun 2Ikan sepat masak digoreng Ikan gabus lepas ke kolam Rindu ibu selalu mendongeng Sebelum tidur setiap malamPantun 3Pergi ke pulau yang dangkal airnya Ada danau yang indah tak terduga Cinta Ibu kekal selamanya Rela berkorban jiwa dan ragaPantun 4Ada banyak buku yang penuh debu Masih ada buku kancil yang dulu Bapak dan Ibu sangat rindu Kepada anak kecilkuPantun 5Malam-malam menginap di Braga Paginya pergi ke Jogja Ibu tak menyangka Kalau kau sudah dewasaNah, itulah deretan pantun tentang kasih sayang orang tua kepada anaknya. Pantun-pantun ini dapat dijadikan contoh bagi kamu yang ingin membuat pantun para orang tua di seluruh dunia, terima kasih telah membesarkan kami dan maafkan jika anakmu ini jauh dari kata sempurna serta belum bisa memberikan kebahagian untuk Ayah dan Ibu. Sehat selalu dan panjang umur. I love you, Ayah dan Ibu. Kasih sayang menjadi bagian yang tak terpisahkan bagi kehidupan manusia. Kasih sayang memberikan kebahagiaan, kedamaian dan semangat untuk tetap hidup. Mungkin kekacauan akan tampak di mana-mana, jika dunia tidak diselimuti dengan kasih sayang. Buih-buih kasih sayang cenderung telah dibangun dalam keluarga sejak dini. Hal ini tampak dari kasih sayang ayah bunda dalam menjaga dan membesarkan tentang kasih sayang dan juga mengungkapkannya dapat dilakukan dengan berbagai cara. Ini bisa dilakukan dengan tindakan langsung, kata-kata yang lembut dan penuh perhatian, atau doa tulus di dalam hati. Berpantun dengan tema kasih sayang juga bisa menjadi salah satu cara dan media dalam mengekspresikan kasih sayang di dalam berikut ini kami sajikan sekumupulan pantun kasih sayang yang ditujukan untuk berbagai hal, mulai dari pantun kasih sayang buat orang tua dan keluarga; pantun kasih sayang kepada sahabat; pantun kasih sayang kepada alam; kepada guru; dan juga tentunya kepada pasangan yang kita Sayang buat Ayah Ibu dan Keluarga1. Ada bubu dimakan ngengat Bubu terikat dengan sangat Kasih ibu begitu hangat Kepadanya selalu Tebu manis kesukaan Panda Makan satu penuh nostalgia Kasih sayang ayah dan bunda Menjadikan hati rasa Pisau tajam berbahan baja Lama-lama menjadi patah Hormati ayah yang bekerja Berjuang untuk memberi Habis berlari terasa payah Ada kolam di kota Mekah Terima kasih kepada ayah Siang malam mencari Langit mendung berwarna kelabu Bintang bersinar terlihat lima Betapa damai di sisi ibu Terasa kasihnya hingga ke Buah merah dari Papua Paling enak si buah semangka Patuhilah nasihat orang tua Jika tak ingin jadi Keris patih benda pusaka Bentuknya aneh tidak biasa Jangan menjadi anak durhaka Kelak hidupnya bakal Gambar tabu jangan diunggah Ranah hukum siap menjerat Orang tua jangan disanggah Agar selamat dunia Menggali ubi membawa kapak Dibuat kolek dengan mentega Hormati ibu dan juga bapak Agar kelak diberikan Ada gula ada semut Semut merah di tengah laut Jadi anak harus penurut Jangan bantah dan banyak Gunung Merbabu tumbuh talas Banyak pula macan dan rusa Kasih Ibu tiada terbalas Mengalir terus sepanjang Keluar kereta naik ke kapal Warnanya kelabu dan agak merah Jadi anak janganlah nakal Supaya bapak ibu tiada Nasi dimakan terasa mentah Ubi dikukus bersama tebu Jadi anak jangan membantah Rajin membantu ayah dan Warga desa akan berpindah Badan sehat kuat tenaga Permata yang paling indah Dialah sebuah Rumah kotor oleh jelaga Jelaga hadir di para-para Jangan sia-siakan keluarga Supaya hidup tidak Tanah subur dibuat kolam Bunga dipetik dari hutan Kasih Ibu begitu dalam Lebih dalam dari Sore hari berhembus topan Pohon tumbang menjadi delapan Anak baik, anak yang sopan Kelak bahagia di masa Gajah ngamuk berbuat ulah Masuk selokan badannya basah Jika tidak masuk sekolah Ayah bunda pastilah Gadis cantik remang-remang Wajahnya semu namanya Mayang Waktu kecil kita ditimang Ayah dan ibu harus Anak katak di pinggir sawah Anak lembu di depan taman Kasih anak sepanjang galah Kasih ibu sepanjang Kasih Sayang kepada Sahabat21. Kakak di taman bawa bendera Sedang duduk hatinya terluka Banyak teman banyak saudara Banyak musuh banyak Bila tumbuh bunga melati Jangan ditanam dengan belati Patut bersyukur sepenuh hati Bila punya kawan Buka kalender tahunnya masehi Bulan Maret ke Nagasaki Sesama teman saling mengasihi Jangan malah saling Jalan-jalan ke Uluwatu Lihat kera bawa sepatu Sesama teman saling membantu Itulah tanda sahabat Pohon duku daunnya bergoyang Buahnya kecil banyak getahnya Jadilah kamu anak penyayang Kelak pasti banyak Hati-hati masuk ke jurang Jurang dalam banyak ularnya Seribu teman terasa kurang Satu musuh banyak Warna awan seputih melati Ada di langit membuat bayangan Kalau berkawan ikhlaskan hati Bukan mencari Dua tiga kalender masehi Empat lima kota Nagasaki Sesama teman saling mengasihi Jangan malah saling Udara segar di waktu pagi Datang surya tak ada awan Teman baik suka berbagi Hati mulia sifatnya Imam Bonjol seorang paderi Belanda datang harus diusir Kawan sejati susah dicari Bagaikan oasis di padang Pisau tumpul mesti diasah Supaya tajam bagaikan belati Bantu kawan ketika susah Itulah tanda teman Tumbuh tinggi si pohon pinang Angin berhembus daunnya goyang Mari bermain bersenang-senang Jadilah teman yang Siapa suruh membeli sangkar Sangkar burung anyaman tikar Siapa selalu suka bertengkar Dekat dia dengan yang Oleh-oleh minyak zaitun Dapat pula kain katun Jika pribadi selalu santun Semua orang mudah Pergi ke pantai berkacamata Duduk sendiri di tengah taman Selalu jaga perkataan kita Jangan sakiti perasaan Ada kertas dari pejabat Ada buku sedang terbuka Selalu setia pada sahabat Dalam suka maupun Main layangan di tengah taman Duduk sendiri di atas tikar Saling sayang bersama teman Saat bermain jangan Orang Jepara pandai memahat Orang solo pandai membatik Kawan jahat membawa jahat Kawan baik memberi Ada tumbuhan seperti hewan Hewan langka jangan ditawan Jika kamu insan dermawan Banyak teman sedikit Papan kotak dijadikan peti Peti diukur memakai lidi Jadilah teman yang baik hati Harus tahu membalas Kasih Sayang kepada Alam41. Jadi anak jangan urakan Rajin belajar, kurangi jajan Jika biarkan sampah berserakan Sungai meluap di kala Tangkap ikan di tengah telaga Ikan dilukis sama seniman Bila kebersihan selalu dijaga Tentu hidup terasa Buah tomat merah warnanya Bulat bentuknya, sedap dilihat Buanglah sampah pada tempatnya Agar lingkungan bersih dan Mekar sudah bunga selasih Biar subur, pupuk diberi Jika sekolah selalu bersih Semangat belajar pasti Dapat gelang di pekarangan Gelangnya kecil sudah karatan Siapa buang sampah sembarangan Pasti dia temannya Tepung gula jadi adonan Kita membuat agar-agar Mari rawat pepohonan Alam teduh udara Ternak pulang ke dalam kandang Bapak tani datang belakangan Sedap mata ikut memandang Jika bersih alam Air mengalir menuju selokan Selokan panjang sampai ke taman Jika sampah banyak berserakan Lingkungan kotor banyak Ke Palangkaraya membeli mangga Mangga matang bersama pepaya Jika lingkungan kotor tak terjaga Hidup terancam banyak Kayu beringin mudah dipahat Tumbuh dekat rumah Camat Lingkungan bersih badan sehat Gairah hidup terasa Naik perahu ke pulau karang Badan lesu di pohon kina Buang sampah jangan sembarang Supaya jauh dari Nenek tua sukar diantar Sering memberi sebuah tikar Tanam pohon di sekitar Lingkungan asri, hijau Pagi hari sarapan bubur Siang hari memetik sukun Pohon tumbuh dengan subur Sebab dipelihara dengan Pohon palem tempat si kumbang Sungai mengalir ke Samarinda Jika hutan banyak ditebang Bencana banjir datang Beli baju, beli celana Warnanya hitam ada dua Hujan turun jadi bencana Karena hutan hilang Gunung Krakatau banyak kembang Rumah besar atapnya bocor Pohon-pohon banyak ditebang Maka waspada tanah Anak angsa suka menyelam Bermain-main sambil kehujanan Jika sayang kepada alam Alam memberi banyak Pasang pagar diberi kawat Pagar berduri yang sangat kuat Bumi kita harus dirawat Agar memberi banyak Ada besi, ada tembaga Pisang dimakan seekor kera Jika bumi tidak dijaga Bencana datang tiada Angka diurut bermacam-macam Tujuh delapan ditempatkan Tanah dan laut sedang terancam Karena sampah yang Kasih Sayang kepada Guru61. Cendrawasih bukan pelikan Burung hantu melayang-layang Terima kasih kami sampaikan Kepada guru-guru yang Dari desa membawa talas Talas dijual ke Italia Tiada bisa kami membalas Jasa guru-guru yang Ada kangguru, ada rusa Lutung melompat di atas kaca Karena guru kita pun bisa Mampu berhitung dan Terangnya bintang terlihat jelas Menjelang pagi tertutup kabut Bila sudah di dalam kelas Selalu tenang, janganlah Lampu taman redup berpijar Kain biru sedang berkibar Aku sekolah untuk belajar Dibimbing guru yang sangat Bukan di kebun menangkap ikan Namun di sana menanam kurma Jika guru sedang menerangkan Selalu dengarkan dengan Malam hari menyantap kari Makan ikan mendapat duri Jasa guru tiada berperi Masa cerah di depan Hari sabtu menangkap ikan Ikan digoreng saus tomat Doa selalu kita panjatkan Untuk guru yang Paku lepas harus dipalu Sudah rusak ganti yang baru Bila belajar tekunlah selalu Jangan ingkar nasihat Petik jambu memakai galah Jambu dibawa ke kota Mekkah Hormatilah guru di sekolah Karena akan membawa Manusia purba suka berburu Makan daun sebagai jamu Anak mulia hormati guru Itulah tanda dia Pergi ke arab melihat onta Siapkan bekal untuk dibawa Sayangi guru yang tercinta Yang mendidik semua Angin bertiup daun bergoyang Lama-lama makin menderu. Jadilah murid yang penyayang Buat bangga kepada Kain batik dipakai berburu Dekat kali ketemu buaya Anak baik menghormati guru Juga berbakti pada orang Malam minggu duduk merenung Mata memandang sejauh ujung Walau ilmu setinggi gunung Sopan santun harus Tanah sawah harus diolah Padi berbuah dipanen Jamilah Ikut nasihat guru di sekolah Jangan malas dan suka Pergi berbaris dengan sejajar Berbabris rapi sepatunya baru Jadi murid harus rajin belajar Disukai teman, disayangi Pisau kecil namanya badik Bawa senapan pakai pelantik Para guru telah mendidik Masa depan pasti kan Pakai peci warnanya biru Peci dibeli di Kualanamu Jadi murid hormatilah guru Karena guru pembekal Bunga selasih ditancapkan Agar indah dipandang mata Terima kasih kami ucapkan Untuk guruku yang Kasih Sayang kepada Pasangan Tercinta81. Ibu kota ada di Jakarta Kotanya sibuk kedatangan tamu Ku tak bisa hidup tanpa cinta Cinta suciku hanyalah Surya muncul menyambut petani Terbit cerah di pulau Meranti Hanya untukmu cintaku ini Tetap setia hingga ku Kelap kelip bintang menari Indah warnanya di langit Itali Jagalah hati jagalah diri Untuk diriku sampai ku Kertas baru dipukul batu Dicampur jamu di atas tungku Cinta suciku hanyalah satu Untuk kamu sepanjang Menebang pohon pakai parang Cintaku kokoh bagai batu Minum jamu sambil berdiri Dijual satu jangan emosi Bila hatimu masih sendiri Bolehkah aku yang Negeri indah namanya Nusantara Terbentang luas di samudera Mari kita duduk di bahtera Bahtera indah berkayuh Beli gitar di kota Maluku Gitar papan berbahan kayu Bibir bergetar terasa kaku Saat ucapkan I love Jalan-jalan pakai lamborgini Dipakainya sambil berlari Cobalah tatap mataku ini Hanya engkau yang aku Malam minggu datang bertamu Lampunya mati, terlihat redup Cinta sejatiku hanya untukmu Takkan terganti seumur Anak kera ditangkap tentara Tak terkira cintaku Menulis surat di atas bangku Surat biru dibawa kepompong Cintaku ibarat sekeping kuku Selalu tumbuh meski Kabel listrik taruh di sana Kamu menarik penuh Daun randu terbelit benalu Jauh merindu, ketemu Titik embun di dedaunan Bikin sejuk indah di taman Cinta ini aku pertahankan Selama hayat masih di Kelap kelip di tengah hutan Ada bintang indah menawan Walau cinta banyak rintangan Ku jaga dia dengan Sangat nyaman rebahan di kasur Rebahan sambil baca majalah Selamat malam selamat tidur Tidur nyenyak mimpi yang Naik rakit, membeli jamu Lagi sakit, obatnya cuma Ada gula ada semut Kamu lucu seperti Banyak orang meminum jamu Jamu diminum bersama jambu Aku takut kehilangan kamu Karena ku amat Buah mangga buah kweni Dagingnya enak jangan ditanya Mohon terima cintaku ini Kalau tidak, pedih Pak Haji membeli serban Serban dibeli dekat pelabuhan Demi dirimu aku berkorban Apa yang terjadi aku Dari jauh terlihat semu Datang sendiri kemalaman Izinkan aku mencintaimu Cinta abadi sepanjang Bawa kerbau anak petani Tidak lupa membeli delima Saat engkau ada di sini Aku tersenyum semakin Ke Padang membeli rendang Dagingnya empuk dicampur udang Dari awal beradu pandang Senyum manismu buatku Air mawar di dalam cangkir Disimpan kendi di bawah parang Sedari awal hinggalah akhir Sayang tercurah padamu Harum wangi bunga selasih Tersiram hujan daunnya basah Kamu jadi curahan kasih Tempat tenangkan resah Rumah sehat layak dihuni Warnanya kalem di ruang tamu Panas-panas di siang ini Jadi adem ngelihat Ikan digoreng minyak nabati Baunya harum ditambah roti Aku persembahkan cinta sejati Untuk dirimu pujaan Bunga wangi bernama selasih Tumbuh liar di pinggir kali Saat dirimu curahkan kasih Hidup yang hampa gairah Hujan jatuh kena kemeja Lembut hatimu ku Beli bangku buat Sang Ratu Kasih sayangku hanyalah Jadi pemimpin harus berkarisma Dan tak boleh hidup berzina Setiap hari aku terkesima Pandang wajahmu yang Minum jamu di pinggir kali Deket kamu nyaman Anak lintah datang bersua Lalu melilit di pohon jati Peluk cium kita berdua Tandanya cinta dalam hati. Pantun berkasih kasihan adalah jenis pantun remaja dan dewasa yang isinya tentang jalinan cinta. Tema pantun ini tidak jauh-jauh dari topik romantisme, rayuan, gombal, perkenalan dan pdkt pendekatan, pujian dan sanjungan, pacaran, dan juga ajakan Anda sedang memerlukan inspirasi untuk menyusun pantun berkasih-kasihan, maka di laman ini Anda dapat Contoh Pantun Berkasih KasihanArtis kota namanya Jihan Marilah kita berkasih-kasihan1. Tangkap ikan di sungai asahan Burung terbang hinggap di dahan Pacar datang berkasih-kasihan Dunia terasa penuh Ada atasan, ada bawahan Mereka duduk bersebelahan Marilah kita berkasih-kasihan Agar hidup penuh Belajar matematika tentang pecahan Belajar IPA tentang tumbuhan Cinta dijaga berkasih-kasihan Walau badan Jadi siswa jaga kebersihan Agar sekolah jadi percontohan Andai kita berkasih-kasihan Pasti bahagia datang Mobil berhenti dengan perlahan Habis bensinnya di persinggahan Manusia lahir berkasih-kasihan Pasti kehidupan bisa Dari kejauhan terdengar rintihan Kakak terluka kena serpihan Hiduplah dengan berkasih-kasihan Hilangkan semua sifat Bunga mekar karena sentuhan Bapak pusing karena tagihan Jika dunia dilanda kegaduhan Maka kuncinya Daftar kuis di hari terakhir Senin kamis membawa barang Jangan ragu, jangan khawatir Cintaku manis untukmu Kalau ingin batu permata Menyelamlah ke samudera Kalau ingin sebuah cinta Aku siap Di dekat pantai bermain pasir Kota Jepara kota pengukir Sudah lama diriku naksir Janganlah engkau kelamaan Buah kelapa rasa alpukat Pertama jumpa, cinta pun Jangan pernah main di selokan Bajunya kotor ditertawakan Jangan pernah engkau ragukan Janji setia yang aku Dari jam tujuh sampai sepuluh Badan lelah banyak pekerjaan Sudah banyak yang aku tempuh Demi dirimu duhai sang Ikan digoreng minyak nabati Baunya harum ditambah roti Aku persembahkan cinta sejati Untuk dirimu pujaan Kertas baru dipukul batu Dicampur jamu di atas tungku Cinta suciku hanyalah satu Untuk kamu sepanjang Minum jamu makan nangka Lihat kamu langsung ku Jalan jalan ke kota Paris Singgah sejenak di kota Medan Wahai engkau yang manis Bolehkah aku mulai kenalan?18. Sampan dilepas, jaring ditebar Ikan dipancing jika ketemu Tiba-tiba hatiku berdebar Setiap kali terbayang Simpan sepatu di lemari kamar Kamar gelap tiada berdamar Jika cintamu tak lagi samar Aku kan datang untuk Ruang tamu sangatlah lebar Dekat kamu dadaku Warna coklat gosok hilangkan Warna putih dibuat hitam Ada hasrat tidak diucapkan Ada hati kenapa dipendam?22. Burung puyuh ekornya buntung I love you tak Harus jujur, jangan mendustai Agar sukses dan punya arti Kenapa engkau aku cintai Karena baik dan rendah Haus minum, badan pun segar Kamu tersenyum hatiku Pinggir sungai banyak sampah Airnya jatuh ke tanah rendah Kasih sayang semakin berlimpah Buat hidupku menjadi Nembak itik langsung kena Itik terkapar di atas tikar Kamu cantik, siapa yang punya Hati menggelepar cinta Pagi-pagi terasa semu Sore-sore minum jamu Walau aku tak jadi pacarmu Biarkan aku selalu Pergi berlayar naik perahu Saat berlabuh membeli jamu Andaikan saja dirimu mau Sepanjang waktu kusiap di Burung pipit di kota Sampit Matamu berkedip, jantungku Hari minggu membeli papan Papan ditambal dengan dipaku Ku menunggu penuh harapan Sudikah engkau Orang linglung terlihat sakau Bibir manismu buat Ruang tamu sangat lebar Sangat indah berhias permata Dekat kamu dada berdebar Pasti ini yang namanya Malam minggu datang bertamu Lampunya mati, terlihat redup Cinta sejatiku hanya untukmu Takkan terganti seumur Pergi ke hutan ketemu ranjau Ranjau merah terlihat berkilau Kasih sayang tumbuh menghijau Hati dan jiwa tak lagi Tutup jendela pintu dikunci Hendak tidur karena letih Cintaku ini selalu suci Meski rambutku telah Cumi meloncat semprotkan tinta Burung pelikan terbang merendah Ku tak sangka kan jatuh cinta Pada dirimu yang paling Pita merah jatuh di jalan Tinggal satu di dalam rantang Cintaku indah bagai rembulan Dipagari dengan bintang Mbak jamu baca berita Cuma kamu yang aku Berakit-rakit ke hulu Berenang-renang ke tepian Gimana bisa ke penghulu Kalau kita cuma Hari rabo memancing ikan Pulangnya siang sambil ngerumpi Hanya engkau yang kuinginkan Selalu jumpa di alam Buah salak buah duku Tidak bisa dibuat jamu Bila kau belah dadaku Pasti tertulis nama Minum jamu sambil berdiri Diseduhnya di atas panci Bila hatimu masih sendiri Bolehkah aku yang Buah durian di dalam sedan Cinta dipendam, sakit di Jual ke pasar sebotol tinta Yang membeli Pak tua renta Andai saja ku bisa pinta Yang kuingin hanyalah Satu satu ditambah dua Dua dua dikurang tiga Aku dan kamu hidup bersama Sekarang, esok dan Naik onta melihat rusa Ku jatuh cinta berjuta Dari jauh terlihat semu Datang dekat mencari paman Izinkan aku mencintaimu Cinta sepanjang putaran Setumpuk kertas digulung ombak Kertas pun lenyap diterjang perahu Walaupun nafas di ujung tombak Takkan menyerah dapatkan Ikan hiu naik ayunan I love you tujuh Kalau taruh sebuah bangku Letakkan saja di dekat kayu Kalau kau cinta padaku Bilang saja I LOVE Ke Maluku membawa gajah Gajah gemuk, taringnya basah Pesona cantikmu mekar di wajah Membuat jiwaku selalu Prajurit berjalan di atas jurang Berkicau keras burung kutilang Dari dulu hingga sekarang Cinta hakiki tak pernah Jual kemeja tak laku-laku Karena preman sering mengganggu Beribu insan yang mendekatiku Hanya Kamu yang aku Pohon jati berbuah kuaci Di dalam peti ada pembersih Cinta sejati cinta yang suci Semayam di hati buat Burung perkutut tersambar petir Kayu jati untuk diukir Jangan takut jangan khawatir Hatiku setia sampai Beli buku sampulnya tebal Buku ditaruh di atas bangku Ini serius, bukannya gombal Maukah kamu jadi pacarku?57. Sungguh indah kota Padang Gemerlap lampu bergoyang-goyang Dari awal beradu pandang Wajah indahmu Buaya betina panjang ekornya Datang meloncat ke pemandian Kamulah bunga, aku kumbangnya Maka cepatlah kita Beli jahe dicampur ketumbar Potong jahe di atas loyang Hendak bilang jantung pun berdebar Bilang I love You untukmu Rumah sehat layak dihuni Warnanya kalem di ruang tamu Panas-panas di siang ini Jadi adem ngelihat Buah mengkudu berdaun selasih Tumbuh tinggi di pohon jati Janganlah ragu, percaya kasih Cintaku ini cinta Ke danau Toba membeli duku Duku sepuluh buat bertamu Jauhi narkoba, dekatilah aku Narkoba membunuhmu, aku Buah mangga buah kweni Buah pisang dicuri rusa Mohon terima cintaku ini Kalau tidak, pedih Kuas hitam di atas kasur Kasur rusak disobek parang Tiap malam tak bisa tidur Karena memikirkan kamu Tambah sedap pake micin Iris bawang menjadi kecil Ku hadiahkan sebuah cincin Meski belinya masih Depan bandara banyak bangku Hilir mudik kanan dan kiri Tak kan pudar kasih sayangku Tambah erat hari ke Perahu layar ke tepian Dari hulu sungai Asahan Daripada hidup kesepian Mending cepat kita Obat kuat sungguh berkhasiat Dibelinya karena dapat wasiat Cintaku kuat dan paling dahsyat Selalu suci dan menjauhi Gunung barat di bawah bintang Lompati batu seekor ikan Walau banyak godaan datang Teguh cintaku tak Daging ayam dibuat gulai Buat makan di sore nanti Hanya dirimu paling bernilai Takkan pernah bisa Beli paku ditukar batu Beli lembu sama induknya Cinta suciku cukuplah satu Untuk kamu Ke kota Medan membeli susu Pohon jati daunnya rimbun Cintaku bukan cinta yang palsu Cintaku sejati sebening Perak perunggu tertimpa papan Aku menunggumu sampai kapan?74. Mama berpikir mencari taktik Agar menang melawan intrik Bila pelangi bisa kupetik Kujadikan kado yang Menulis surat di atas bangku Surat biru dibawa kepompong Cintaku ibarat sekeping kuku Selalu tumbuh meski Hati merindu pikiran melayang Burung merpati terbang tinggi Terkenang si dia terbayang-bayang Itulah tanda aku telah jatuh Ke toko besi beli paku Di sebelahnya jualan sagu Andai engkau tau isi hatiku Hanya dirimu yang selalu ku Minum jamu sambil berdiri Dijual satu jangan emosi Bila hatimu masih sendiri Bolehkah aku yang Pohon sagu, pohon meranti Cinta padamu takkan Buah kenari dibuat jamu Untuk hilangkan pandangan semu Ada pelangi di bola matamu Aku memandang tak Jalan-jalan ke kota Solo Lewat Jogja kabupaten Bantul Begini nasib seorang jomblo Hanya bisa memeluk Pergi ke hutan menebang kayu Boleh dijual ke Indramayu Wahai kamu berwajah ayu Siramilah hatiku biar tak Naik kereta bawa peniti Berangkat senja rasanya sepi Bila cinta mekar di hati Siang malam terbawa Sesat di jalan malu bertanya Tak kunjung tiba lelah rasanya Kujatuh cinta, sakit rasanya Maukah kamu jadi obatnya?85. Pohon kelapa berdaun pandan Terbang burung ke atas awan Kata mutiara tiada sepadan Karena dirimu memang Kanan kiri berliku-liku Demi mencari sebatang bambu Kamu adalah puisiku Terpatri indah di dalam Kalau ingin batu permata Menyelamlah ke dasarnya Kalau ingin sebuah cinta Aku siap Ke Italia membeli kemeja Kemeja biru di depan gereja Kusembahkan cinta seindah seroja Teruntuk dirimu yang Pergi ke kebun ambil pepaya Banyak petani sedang bekerja Tolong obati hati saya Dengan cinta darimu Pohon porang tinggi sebahu Daunnya layu terkena paku Semua orang pastilah tahu Kamu itu semangat Kucing persia, kucing anggora Semua dibawa sama Anjasmara Sebab apa aku riang gembira? Karena terkena panah Main gitar tak ada senar Matamu indah Roti busuk dalam penjara Hatiku tertusuk panah Ada buku di atas bangku Bukunya rusak terkena palu Sudikah engkau menikah denganku Diriku baik dan setia Ada gula ada semut Mataku suka, hatiku Ada unta di gurun sahara Ku punya cinta makin Kamar kos bentuknya persegi Disewa sama tukang roti Aku ucapkan selamat pagi Untuk dikau sang pemilik Harum wangi bunga selasih Tersiram hujan daunnya basah Kamu jadi curahan kasih Tempat tenangkan resah Kerja belum badannya berpeluh Kalau tersenyum hatiku Luka kaki harus diobati Perban sedikit biar tak daki Jika kau cari cinta sejati Ada di sini, aku yang Pergi ke pasar menaiki onta Jangan lupa membeli permata Tak peduli meskipun tua Yang penting kita saling Minum jamu rasanya kecut Lihat kamu, langsung Datang ke pasar bawa kuali Dibeli tujuh sama Pak bupati Saat berjumpa pertama kali Cinta langsung mekar di Kucing kesayangan namanya Mumu Bulunya rusak dan sudah rapuh Demi rasa cintaku kepadamu Lautan badai pun akan Tong kosong nyaring bunyinya Kalo hatimu kosong, bolehkah aku mengisinya?

pantun kasih sayang orang tua